Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Jenis Pakaian Adat Jawa Tengah ini Selalu Digunakan Dalam Acara Resmi

Konten [Tampil]
mempelai pria an wanita menggunakan pakaian adat jawa tengah

Pakaian Adat Jawa Tengah - Sudah sejak lama Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan kearifan lokalnya, mudah Senyum, ramah, bersahabat adalah salah satu ciri khas budaya Jawa Tengah. Selain menekankan rasa saling menghormati, Jateng Juga menjadi salah satu kiblat dalam dunia fashion, salah satunya adalah Pakaian Adat Jawa Tengah. 

Provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo ini sering mendapatkan pengahargaan dalam beberapa bidang. Pakaian Adat Jawa Tengah seakan menjadi pakaian pokok yang digunakan dalam menghadiri acara-acara resmi, seperti pernikahan, rapat hingga Upacara Adat Jawa Tengah. 


Seiring dengan perkembangan Zaman, Pakaian Adat Jawa Tengah memilki perkembangan yang sangat pesat dalam kreatifitas dan inovasi. banyak model-model ternama hingga artis tanah air yang menjadikan Pakaian Adat Jawa Tengah sebagai salah satu pakaian favorit saat pentas atau acara resmi pernikahannya. Jika kalian melihat "Alm. Didi kempot" saat pentas pasti sering menggunakan Pakaian Adat Jateng dan terlihat sangat elegan. Musisi Kelahiran Solo Jawa Tengah ini yang juga sebagai pelopor musik Campursari seakan tak luput dengan Pakaian Adat ini dalam aksi pertunjukannya. 

Tahukah kalian bahwa Pakaian Adat Jawa Tengah yang selalu digunakan dalam acara resmi terdiri dari berbagai jenis, yaitu Kebaya, Solo Basahan, dan Jawi Jangkep. Kebaya sendiri sudah tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena sering digunakan dalam acara adat resmi pernikahan hampir di seluruh pulau jawa. Pakaian yang terkenal dengan "keanggunannya" ini sebagain besar menjadi koleksi oleh beberapa artis Indonesia. 


Jenis Pakaian Adat Jawa Tengah

Secara umum, Pakaian Adat Jawa Tengah yang sering digunakan dalam acara resmi terbagi atas 3 jenis. Mungkin kalian sering melihatnya, namun belum tahu namanya. berikut akan kami jelaskan mengenai jenis Pakaian Adat Jawa Tengah.

1. Kebaya

wanita sesi foto kebaya

Kebaya merupakan Pakaian Adat Jawa Tengah yang paling terkenal dibanding dengan Solo basahan dan Jwai Jangkep. Pakaian dari jawa ini sering kita lihat dalam acara resmi, seperti pentas atau manggung, pernikahan, hingga rapat besar. Pakaian yang dikenal dengan "keanggunannya" ini berhasil mencuri perhatian banyak orang wanita di Indoensia, bahkan hingga Mncanegara. Pakaian anggun ini sudah ada sejak zaman dulu dan terbaut dari kain kasa dengan jarik sebagai pelengkap bawahannya. 

Baca Juga: Baju Adat Jawa Timur yang Unik

Pada zaman dahulu, Kebaya hanya diperuntukan oleh kaum wanita yang masih memiliki aliran atau golongan Keraton. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, Pakaian Adat Jawa Tengah ini sering digunakan oleh kaum wanita dalam memancarkan keanggunan dan kecantikannya. 

2. Solo Basahan

pernikahan jawa, 2 mempelai menikah

Solo Basahan atau Dodot merupakan Pakaian Adat Jawa Tengah yang sering kita lihat, khususnya dalam acara pernikahan. Salah satu pernikahan yang menggunakan pakaian adat ini adalah pernikahan Kahiyang dan Bobby.  Pakaian adat yang identik dengan warna hitam ini sering kita jumpai di daerah Solo, Jawa Tengah. 


Solo Basahan berasal dari pakain adat keraton Solo dengan menggambarkan ke-tawakalan kepada Sang Pencipta dan hal ini tergambar dalam setiap aksesoris yang terpasang pada Pakaian Adat Jawa Tengah ini.Sebenarnya, Solo Basahan Asli lebih terbuka, hanya saja untuk busana hitam (kain bludru) yang dikenakan saat ini sudah menjadi bagian dalam pakaian adat ini.  Karena sering digunakan dalam acara pernikahan, makan dibedakan antara Solo Basahan Pria dan Solo Basahan Wanita

A. Pakaian Solo Basahan Pria

sesi pemotretan pakaian jawa

Pada Solo Basahan pria menggunakan Dodot untuk "menapeni" dari pinggang ke bawah dengan berbagai motif gambar yang tertulis di kainnya. jenis kain yang digunakan adalah kain Cinde, mengenakan celana di dalam "tapen" yang memiliki motif juga. ikat pinggang, kalung dari bunga kantil atau melati, serat keris yang di selipkan di pinggang. 

B. Pakaian Solo Basahan Wanita

sesi pemotretan pakaian jawa

Tak juah berbeda dengan Pria, Solo Bashan Wanita juga mengenakan kemben untuk "menapeni" yang bermotif bunga dan akar dari bawah hingga di atas dada. Jenis kain yang digunakan masih sama, yaitu Cinde. aksesoris atau hiasan pelengkap dalam pakaian adat jawa Tengah ini sedikit lebih banyak dari pada Solo basahan Pria, contohnya Sanggul, gelang, kalung, ikat pinggang yang dihiasi dengan bunga-bunga yang melingkar. kali kita lihat sepintas, orang yang mengenakan pakain adat jateng ini seperti ratu, walaupun hany semalam saja.  

3. Jawi Jangkep

model pria dengan pakaian jawa

Pakaian Adat Jawa Tengah yang satu ini hampir sama dengan pakaian Solo basahan. namun, dalam segi kegunaannya yang berbeda. Jawi Jangkep lebih sering digunakan dalam acara resmi di pernikahan, namun hanay digunakan oleh orang teman pengantin, penyambutan tamu, hingga digunakan dalam acar pentas seni dan musik. Dalam aksesoris yang digunakan, Jawi jangkep masih identik dengan warna hitam, keris yang diselipkan pada pinggang, dan yang terkenal adalah blankon sebagai penutup kepala. 


Penutup

Itulah sedikit penjelasan mengenai Pakaian Adat Jawa Tengah yang Selalu digunakan Dalam Acara Resmi. Walaupun merupakan Pakaian Adat, hal ini menjadi identitas daerah masing-masing yang patut untuk dibanggakan. Mari kita selalu melestarikan adat dan budaya Darah indonesia. 

Posting Komentar untuk "3 Jenis Pakaian Adat Jawa Tengah ini Selalu Digunakan Dalam Acara Resmi "