Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Budaya Kerja di Jepang, Serta Syarat dan Gajinya

Konten [Tampil]

Budaya Kerja di Jepeng - Jepang merupakan salah satu negara di Benua Asia dengan jumlah penduduk kurang lebih 126 juta dan dikatakan sebagai negara maju. Negara matahari terbit ini memilki kemajuan utama dalam segi teknologi yang mutakhir untuk mengikuti arus kemajuan teknologi yang semakin berkembang pesat. Hal ini tentu tidak luput dari budaya dan prinsip kerja orang Jepang. Lalu, bagaimana orang Jepang bekerja? sebelum itu, mari kita bahas dulu biaya dan gaji kerja diu Jepang. 

 

Berapakah Gaji Kerja atau Magang di Jepang? 

kalian pasti ngiler nih kalau mendengar gaji karyawan di jepang dibandingkan dengan Indonesia. Jelas saja, karena Jepang sendiri juga memiliki tingkat perekonimian yang cukup tinggi daripada Indoensia, jadi untuk upah juga harus menyesuaikan. 

Saya ada sedikit pengalaman perihal ini, ada teman saya yang pernah magang ke jepang pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan bahan proyek bangunan. Saat itu, dia bekerja sebagai pengawas dengan gaji kurang lebih 23.036,70 Yen atau kalau di rupiahkan sekitar 30-an juta, ini menurut kurs terbaru ya. 


Syarat Wajib Magang ke Jepang Jalur Swasta

Sebagian besar warga Indonesia ingin sekali bisa magang ke Jepang, tentu dengan tujuan bisa merubah nasib yang lebih baik atau hanya sekedar mencari pengalaman saja. 

Jepang merupakan salah satu negara maju di benua Asia, pasti dalam segi pemberian upah atau gaji bisa dibilang sangat tinggi di banding dengan Indonesia. Tentu saja, hal ini juga diimbangi dengan biaya hidup yang tinggi. 

Untuk bisa magang ke jepang, ada beberapa persyaratan wajib yang harus dipenuhi, diantaranya adalah: 

Syarat Khusus

  1. Pria atau Wanita dengan usia 18 - 27 tahun
  2. Khsus untuk bagian jahit, usia sampai dengan 30 tahun
  3. Pendidikan minimal SLTP sederajat
  4. Tidak berkcamata dan tidak buta warna
  5. Tidak menggunakan tato
  6. Tidak boleh memiliki tindik ataupun ada bekas tindik

Syarat Administrasi

  1. Fotocopy KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran
  2. Ijazah Pendidikan Terakhir 
  3. SKCK (harus dari Polres)
  4. SIOT (Surat Izin Orang Tua)/Wali 
  5. Pas Foto 4x6 dan 3x4 (masing-masing 5 lembar)

Biaya Magang ke Jepang

Keinginan yang kuat kadang harus terhalang dengan besarnya biaya yang dikeluarkan agar bisa magang ke Jepang. Lalu, berapa Biaya magang ke Jepang pada tahun 2021 ini? 

Dalam segi perhitungan biaya yang dikeluarkan agar bisa magang ke Jepang, biasanya di kisaran 20-35 juta. Biaya tersebut terhitung bersih atau sudah termasuk dalam pendidikan hingga keberangkatan ke negara Matahari Terbit tersebut. 

Untuk catatan: Perihal biaya biasanya setiap LPK (Lembaga pelatihan Kerja) berbeda-beda. 

Selain itu, untuk informasi lebih lanjut mengenai mekanisme dalam pendaftaran magang ke Jepang, kalian bisa menghubungi LPK terdekat atau bisa juga mengunjungi LPK Aishiro secara online

Bagaimana Budaya Kerja di Jepang?

Mungkin banyak dari kalian yang ingn sekali bekerja di jepang karena tergiur dengan gaji tinggi serta bisa jalan-jalan. kali saya akan berbagai mengenai 5 budaya bekerja di Jepang agar kalian bisa sukses bekerja di sana. Entah itu baik atau tidak, Jepang memilki budaya kerja sendiri yang sangat unik. Ada yang mengatakan kerja disana disiplin atau berlebihan. oke guys, langsung saja kita simak penjelasan di bawah ini. 

Baca Juga: 9 Perbedaan Budaya INDONESIA VS AMERIKA (USA)

1. Waktu Ketat

Budaya Kerja di Jepeng

Jepang merupakan suatau negara yang terkenal sangat disiplin dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, jangankan 5 menit, 1 menit saja kalian sudah dianggap telat dan nggak perduli apapun alasan kalian.

Kedisiplinan merupakan faktor yang sangat penting, selain waktu ada juga memberi salam kepada rekan kerja lainnya. jangan sampai kalian ketika masuk kerja ada yang kelewat nggk di salami. Disana juga ada istilah Shigo Kinshi ( dilarang berbicara mengenai masalah pribadi selama masih dalam waktu kerja ) artinya saat kerja nggak boleh ngerumpi, apalagi ngegosip.

Jadi, harus tetap fokus paa kerjaan masing-masing. Oh iya, sedikit tips nih buat kalian yang terlambat kerja, langsung saja minta maaf dan tidak usah basa basi alasan inilah, itulah. Karena, orang Jepang sendiri paling tidak suka dengan alasan, nggak mau ribet pokoknya. Menurut meraka, datang tepat waktu adalah bagian dari pekerjaan. Keren kan? Luar biasa memang Jepang nih, pantas saja dibilang negara maju. 

2. Junior dan Senior 

Budaya Kerja di Jepeng

Penggolongan ini ditentukan atas dasar siapa yang paling dulu masuk ke perusahaan atau institusi dan tidak berdasarkan umur. Oh iya, kalau disana, istilah Junior dan Senior namanya Kohai dan Senpai. jadi, kalau ada Senior yang umurnya jauh dibawah junior kita harus memanggil namanya dengan "nama keluarga dan di tambah San" contoh: "Tanaka San, Sato San". 

Apabila ada Kohai yang lebih tua dari Senpai, kita bisa berbica dengan bahasa yang biasa dan boleh memanggila nama tanpa menggunakan "san"

3. Lembur Nggak Dibayar (sa-bisu Zanggyou)

Budaya Kerja di Jepeng

ketentuan jam kerja di Jepang sebenarnya 8 jam perhari atau 40 jam seminggu, lebih dari itu harusnya dihitung lembur. Tapi di Jepang sepoerti ada ketentuan tak tertulis "belum boleh pulang sebelum atasannya pulang", hal ini kayak ada perasaan nggak enak pulang lebih awal dari pada atasan, jadi mau nggka mau kita harus bekerja lebih dari jam normal dan cuma-cuma. 

Beberapa tahun belakangan ini sudah ada perubahan mengenai undang-undang ketenagakerjaan dan ada reformasi kerja yang mungkin sudah mulai berubah sedikit. Sekarang lembur dibatasi maksimal 100 jam per bulan. Coba kalu budaya kerja kaya gini masih ada di Indonesia, habis sudah. 

4. Jiwa Ahli

Budaya Kerja di Jepeng

Orang Jepang memiliki budaya menekuni suatu bidang pekerjaan yang dalam banget, Contohnya chef di restoran makanan Sushi (susyi). Chef Restoran Jepang yang boleh mengepal sushi di depan tamu itu harus latihan kurang lebih 5 tahun. tahun pertama biasanya dimulai dengan mencuci piring, tahun ke-3 baru boleh nih menggantikan. 

Nah, hal seperti itu juga berlaku pada perusahan atau bidang-bidang yang lain, nggak bisa baru masuk langsung kerja dengan posisi tinggi, pasti dimulai dengan kerjaan yang kecil dulu, yang rutin dan sama. Budaya Kerja Jepang memang sangat keta dengan sistem step by step hingga setidaknya mengusai salah satu bidang yang dikerjakan, barulah bisa ganti posisi. 

5. Minum Bersama (Nomikai)

Budaya Kerja di Jepeng

Budaya Kerja di Jepang identik dengan acara minum bersama setelah jam kerja selesai. disana biasanya berkomunikasi antara satu sama lain, melepas penat setelah bekerja seharian. 

Ada istilah Bureikou yang artinya Bebas dari hierarki, ketika acara minum tidak harus memperhatikan tingkatan atasan bawahan. sedikit informasi kalau lingkungan dan rekan kerja kurang baik, Nomikai ini bisa menimbulkan keributan yang tak diinginkan. 

Selain itu, hal menarik lainnya tentang Budaya Jepang yang terkenal dan patut kita bahas adalah tradisi minum teh di Jepang dan festival budaya Jepang


Penutup

Kurang lebih kaya gitu guys Budaya Kerja di Jepang. Coba banyangin kalau hal ini diterapkan di Indonesia menurut kalian seperti apa? nggak bisa dibayangin ya. Jepang memang negara kawasan Asia yang dikatakan maju dari segi perekoniman, pemerintahan, hingga sistem kerjanya. 

Tidak salah kalau dengan penerapan budaya kerja sepeti di atas bisa memberikan kontribusi positif pada negara. Buat kalian yang bercita-cita kerja di Jepang apakah sudah memikirkan matang-matang setelah membaca artikel ini? semoga bisa sedikit membantu dilema kalian yang memiliki kemauan kerja disana ya. Arigatou Gozaimasitha

Posting Komentar untuk "5 Budaya Kerja di Jepang, Serta Syarat dan Gajinya"