Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Semangat Nasionalisme dalam Lagu-Lagu Dolanan Seni Karawitan

Konten [Tampil]

Galo kae genderande kumeblat angawe-awe, abang putih sang Dwiwarna iku lambang sejatine. Negara kito wes merdika kang andhekasar Pancasila, dumadi kalaning tanggal pitulas Agustus sasine, nuju taun sewu sangangatus patangpuluh lima" 

Kutipan lagu dolanan semangat 45 di atas apabila dicermati tentang hari kemerdekaan bangsa Indonesia, dengan dasar Pancasila dan bendera negara Sang Merah Putih. Memperhatikan hal tersebut ternyata dunia seni, khususnua dalam lagu-lagu dolanan karawitan mampi merekam dan memberikan motivasi dan semangat nasionalisme kepada masyarakat atau warga negara Indonesia. Maka dari itu, tuntunan yang tersurat dan tersirat dalam syair lagu tersbut wajib di wujudkan dan diaplikasikan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. 


Nasionalisme pada Lagu Dolanan Karawitan

Bangsa Indonesia sewaktu melawan dan mengusir belenggu penjajah dari  belahan bumi pertiwi ini semangat kebangsaan ataua nasionalisme sangat membara di hati setiap warga negara; semua berjuang matia-matian hingga titik darah pengahabisan dengan taruhan jiwa raga (harta, keluarga, nyawa). 

Tekad para pejuang hanyalah “Merdeka atau Mati", sehingga dalam berjuang benar-benar bersatu dan rela berkorban, sepi ing pamrih rame ing gawe, rawe-rawe rantas malang-malang putung; merasa sepenanggungan, sabaya mukti sabaya mati dmei kemerdekaan bangsa dan negara. Dan akhirnya, berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 merdekalah bangsa Indonesia. 

anak bermain mainan tradisional

Kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah berumur 75 tahun ini hendaknya menjadikan negara kita semakin dewasa, segala sikap dan perilaku para komponen bangsa (elit, politik, penguasa, pemerintah, rakyat) semakin arif dan bijaksana dalam memikirkan nasib bansa dan negara tercinta, jaih dari berbagai pemikiran negatif. Sehingga negara menjadi maju, mandiri, demokratis, dewasa dan berbudaya yang jauh dari berbagai permusuhan antar sesama, disintegrasi bangsa, dan devide et empera, serat pada gilirannya krisi negara segera pulih dan dapat diatasi. 

Maka dari itu, negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila dan UUD 45 hasil tetesan air mata dan tumpahan dara para pejuang kusuma bangsa harus selalu di jaga, dipertahankan, dan diperjuangkan bersama dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur, sejahtera, merata, dan berwibawa. Mengingat akhir-akhir ini generasi bangsa dan penerus bangsa kian kurang peludi terjadap eksistensi dan keberadaan Pancasila dan UUD 45. 

Baca Juga: Peran Sunan Kalijaga dalam Seni Tradisi

Dalam rangka membangkitkan semangat jiwa patriotik dan nasionalisme, para seniman (karawitan, dalang, musik) tidak tinggal diam, yakni dengan berbeka kemampuan yang dimilikinya berusaha menciptakan berbagai kreativitas melalui lagu-lagu dolanan. Mengingat dalam musik karawitan selain dapat berfunsgi sebagai tontonan dan tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat. 


Manfaat Lagu-Lagu Dolanan

sekelompok anak sedang mainan tradisional

Dalam peranananya, lagu dolanan memilki 3 manfaat dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat;

  1. Nglaras untuk hiburan pada acara santai atau pengantar tidur, baik mendengarkan melalui radio maupun rekaman suara. 
  2. Mengiringi pelaksanaan upacara daur hidup adat Jawa (pernikahan, kelahiran, sunatan)
  3. Mengiringi seni pertunjukan (wayang orang, wayang kulit, ketoprak, ludruk).

Karawitan Dalam Pembangunan

Tahun 1945 merupakan tonggak historis kemerdekaan bangsa Indonesia, persatuan dan kesatuan bangsa mulai diutamakan seta menjadi tujuan nasional. Peristiwa tersebut mengakibatkan kehidupan istana/keraton mulai memudar, dan seni karawita tidak hanya mengabdi kepada kepentingan dan kebutuhan keraton (penguasa), namun muali berorientasi kepada kepentingan bersama, yaitu manusia atau masyarakat, serta pembangunan bangsa Indonesia. 

Hal tersebut relevan dengan program GBHN, bahwa “segala tujuan dan pelaksanaan pembangunan bangsa selalu mengacu dan berpijak kepada program nasional, dan untuk menghindari kasus penjualan aset-aset negara yang merupakan sumber kekayaan rakyat dan generasi bangsa. Salah satu sektor pembanguna nasional adalah pembangunan kebudayaan yang menangani terhadap pengelolaan dan pengembangan seni taridisi” khususnya karawitan. Itulah kenapa, seni karawitan sangat perlu dan penting diikutsetakan dalam rangka mensukseskan pembanguna bangsa Indonesia. 

sekelompok anak sedang foto bersama

Para seniman pangrawit pencipta gending atau lagu-lagu dalam seni karawitan dari berbagai lembaga (STSI Surakarta, ISI Yogyakarta, Keraton Kasunanan dan Mangkunegara Surakarta), dalam rangka mengembangakan dan mengaktualisasikan lagu-lagu karawitan agar tetap digemari dan berguna terhadap masyarakat, serta dapat mengikuti perkembangan zaman, selalu diadakan pembaharuan dana garap “sajian”, perlu diciptakan Gendhing-Gendhing gagrak enggal lagu-lagu yang baru yang bernafaskan pembangunan, baik yang bersifat pembangunan materi, rohani, maupun patriotisme untuk meningkatkan semangat perjuangan dan gairah membangun. 

Baca Juga: Penonton Seni Tradisi Kian Memprihatinkan di Kalangan Generasi Muda

Lagu-lagu dolanan karawitan yang mengilhami dan memotivas pentingnya pembangunan jatidiri bangsa amatlah banyak, misalnya lagu: Wawasan identitas Jawa Tengah, Semarang Indah, Solo Berseri, Klaten Bersinar, Sukoharjo Makmur, Modernisasi Desa, Pancasila Sakti, Gugur gunung, Pariwisata, Blitar, Borobudur, jakarta indah. 

Sumbangan lagu-lagu dolanan karawitan terhadap semangat jiwa nasionalisme dan patriotik, serta manusia Indonesia yang berjatidiri serta kepribadian bangsa yang kuat dengan mengacu pada integritas budaya nasional ciptaan para seniman, pangrawit misalnya lagu: Semangat 45, Pancasila Sakti,Ibu Pertiwi, lagu Pemilu, dll. Lagu dolanan yang berisi jangan korupsi adalah lagu kuwi apa kuwi, dengan lirik “kuwi apa kuwi kembange melathi, yen takpuja-puja ada dha korupsi, merga yen korupsi negarane rugi”. 

Kesimpulan

Itulah sedikit informasi mengenai Semangat nasionalisme dalam lagu-lagu dolanan seni karawitan. Lagu dolanan dalam seni karwitan apoabila diperhatikan ternyata selain sebagai hiburan, juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dan pilar pendukung keberhasilan program pembangunan nasional dan terwujudnya pembangunan manusia seutuhnya. 

Maka dari itu, kekayaan dan kelebihan seni karawitan tersbut perlu diajarkan lewat jalur pendidikan formal dengan maksimal, serta dapat di upayakan setiap Sekolah Dasar dan balai desa hendaknya dapat dijadikan basis pembangunan seni tradisi, khsuusnya karawitan. 

Agar jiwa nasionalisme slelalu berkobar di hari generasi muda dalam rangka selalu rumangsa Andarbeni (rasa memiliki) dan bertanggung jawab terhadap perkembangan berbagai kekayaan aset budaya tradisi di bumi pertiwi.

Posting Komentar untuk " Semangat Nasionalisme dalam Lagu-Lagu Dolanan Seni Karawitan"