Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prosesi Upacara Minum Teh di Jepang yang Suci serta Unik

Konten [Tampil]

Kalian semua pasti udah sering dong minum teh? Pagi, siang, sore, atau malam pasti pernah ngrasain hal ini. Atau pas jajan diluar pesennya teh manis? Hayo siapa itu? 

Nah, kali ini kita akan membahas budaya unik di jepang, yaitu upacara minum teh. Lah, Kok minum teh pake upacara segala? Eits, tunggu dulu, ini bukan kayak upacara pengibaran bendara saat hari senin ya dan nggak pake hormat grak juga hlo, hehe

Di Jepang terkenal dengan budaya unik upacara minum teh. Dalam prosesinya, upacara ini sebenarnya bukan hanya sekedar minum dan sambil ngobrol, ada tata kramanya juga. 


Bagaimana Sejarah Upacara Minum Teh di jepang?

menungkan air ke cangkir

Taukah kamu bahwa upacara minum teh di Jepang bukanlah berasal dari Jepang itu sendiri. Begini ceritanya, budaya minum teh sudah ada sejak dahulu kala dan itu berasal dari negara cina, yang sekarang dikenal dengan tiongkok. Tujuan utama minum teh dulu di negara cina sebagai pengobatan doang dan tidak ada proses upacara yang gimana gitu. 

Nah, pada akhirnya, tepat di abad ke-9 mengkonsumsin minuman teh mulai masuk di Jepang. Negara dengan nama lain matahari terbit ini memang dikenal dunia sebagai salah satu negara dengan kekayaan budayanya yang unik, salah satu contohnya adalah Pagelaran Festival Budaya Unik di Jepang. Setelah masuk ke negara ini, budaya minum teh mulai di lestarikan oleh nenek moyang ke anak cucunya. Sampai sekarang, upacara ini terus berlangsung dan terus diletarikan.   


Apa Tujuan Upacara Minum Teh di Jepang?

teh hijau jepang

Secara umum kalo menurut kita yang pernah minum teh cuman untuk menghilangkan haus daong, atau nggak paling untuk teman santai doang. 

Namun, di Jepang sendiri, upacara suci ini bertujuan sebagai penyajian tamu, dengan menggunakan teh yang bentuknya bubuk dengan merk Matcha atau Sencha. Jenis teh tersebut di giling halus dan disajikan ke dalam secangkir dengan isian air. 

Dalam prosesinya, upacara ini disebut dengan Chato, namun sekarang diganti dengan naman nodate. Nodate adalah upacara minum teh di Jepang yang dilakukan di luar ruangan sob, sambil ditemani semilir angin sepoi-sepoi. 


Pelayan dalam Upacara Minum Teh di jepang

menuangkan air ke dalam cangkir

Kalian pasti tahu kan kalo jepang terkenal dengan kerja di siplin dan ketelitian yang tinggi. Nah, di negara matahari terbit ini, orang yang berprofesi dalam pekerjaan tertentu sudah dapat di bilang ahli dan tidak boleh dilakukan oleh orang pemula atau awam. 

Dalam penyajian teh untuk upacara, seorang pelayan harus ahli dalam bidang ini dan tidak boleh sembarangan, walaupun tugasnya sebagai pramusaji teh di Jepang. Sebenarnya sudah kami bahas pada artikel tentang Budaya Kerja di Jepeng yang Wajib Kita Ketahui, bahawa seseorang dapat menjalankan profesinya dalam tanda kutip sudah dikatakan profesional. 

Sebagai pelayan dalam penyajian upacara minum teh, harus dituntut memiliki segudang pengajuan mengenai macam-macam teh, pakaian tradisional jepang (kimono), lukiasn, dll. 

"Upacara minum teh di jepang apakah boleh dilakukan oleh semua orang?"

Begini kawan, dalam pelaksanaan upacara minum teh “hanya dapat dilakukan oleh orang yang sama-sama menggemari prosesi suci ini, dan tidak boleh sembarang orang dalam melaksanakan upacara minum teh yang unik ini”. 


Prosesi Upacara Minum Teh di Jepang

menyajikan segelas kopi

Dalam melaksanakan budaya upcara minum teh yang suci dan unik ini, ada beberapa tahap yang harus di perhatikan kawan. Karena ini upacara suci, jadi semua peserta harus dalam keadaan bersih sob, bagi tamu yang sudah datang akan menunggu terlebih dahulu di salah satu ruangan yang sudah disiapkan.

Sang pemilik rumah akan menyipakan segala sesuatunya terlebih dahulu, sembari menunggu, semua tamu tadi akan mensucikan diri dengan membersihkan bagian tubuh seperti kaki, tangan dan mulutnya juga, biar nggak bau saat ngobrol kalik ya, hehe. 

Setelah dirasa bersih, barulah tamu disuruh masuk ke dalam rungan yang dikhususkan untuk menggelar prosesi upacara minum teh ini. Nah, baru disinilah sang pelayan tadi mulai bergerak kawan, proses upacara akan dimulai dengan persiapan alat minumnya, kayak mangkok atau cangkir, sdt (sendok teh), sejenis pemanas air atau yang disebut Okama, untuk cuci mangkok kotornya nanti, kipas, dan beberapa alat lainnya kawan. 


Posisi Tubuh dalam Upacara Minum Teh di Jepang

dua orang wanita jepang menggunakan kimono sedang minum teh

Sekali lagi kawan, ini bukan sekedar minum teh biasa kaya dirumah sendiri duduk atau jongkok nggk masalah. Tapi, karena ini tradisi minum teh jadi semuannya ada peraturan yang harus di taati, terutama dalam memposisikan tubuh ketika pelaksanaan upacara minum teh ini. 

Dalam posisi duduk harus di atur dengan tegap, duduk dengan pangkuan kaki yang nekuk kebelakang. Kemudian, sang ahli teh mulai menjalankan tugasnya dengan sangat profesional, dimuali dengan kasih mangkok teh ke para tamu terlebih dahulu, ow iya, dalam mangkok atau cangkir yang digunakan antara wanita dan pria itu beda ya sob, kalo pria agak polos dan untuk wanita sedikit kaya ada hiasan menarik di cangkirnya. 

Setelah secangkir teh diterima, kemudian ada-aba untuk menaruh si cangkir itu tadi di tangan kiri dan diputar gelasnya, terutama yang ada hiasannya tadi menatap pada tamu wanita. Hal ini menunjukan pada sang tamu menghormati dan merasa nyaman atas pelayanan yang diberikan oleh sang pemilik rumah sob. Kalo nggak di putar gimana?  

Nih kita kasih tau, kalo ada tamu yang nggak mutar camgkirnya, meskipun itu kelupaan tetap dianggap tidak menghormati pemilik rumah sob, dan hal ini nggak sopan. Makannya itu, Upacara minum teh di Jepang tidak dapat dilakukan oleh orang biasa, apalagi orang yang nggak tau apa-apa soal upacara suci dan unik ini.  


Tahapan Akhir Upacara Minum Teh di Jepang

dua orang wanita jepang sedang minum teh

Oke kawan, kita sudah sampai pada tahap terakhir dalam prosesi upacara minum teh ini. masih dalam peraturan yang ditetapkan, ketika sang tamu sudah selesai menikmati suguhan teh dari sang pemilik rumah, tidak boleh di letakan begitu aja, apalagi pake sendawa segala, bisa di kemplang sata balik. 

Jadi dalam budaya minum teh di jepang saat sudah mulai masuk prosesi akhir, peraturan masih dijalankan sob. Cangskir yang sudah habis, harus dibersihkan dulu oleh tamunya, dengan catatan menggunakan tangan sebelah kanan lalu mengelapnya, kemudian putar kembali cangkir ke posisi awal ketika si pelayan memberikan cangkirnya dan saat itu cangkir dalam ditelakan kembali dengan sangat lembut dan posisi tubuh masih tegap. 

Penutup

Gimana kawan? Itulah segelintir informasi mengenai Prosesi Upacara Minum Teh di Jepang yang Suci dan Unik. Dalam sisi positif yang terkandung dalam pucara ini selain bagi kesehatan, juga bertujaun untuk menjunjung tinggi tata krama dan kesopanan terhadap budaya yang sudah turun-temurun sejak dulu dan harus terus dilestarikan sampai kapanpun ya sob. 

Maka dari itu, upacara minum teh di jepang dianggap suci, bahkan unik karena tidak boleh dilakukan orang awam, walaupun hanya sekedar minum teh saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagia kita semua. Apabila ada yang kurang jelas atau salah kata, mohon berikan komentar dibawah ini dan kami akan merespon serta mengevaluasi secepatnya. Terima kasih. 


Posting Komentar untuk "Prosesi Upacara Minum Teh di Jepang yang Suci serta Unik"